October 18th, 2008 by neonero
Berbedak tipis
dengan bibir merona, tampak seksi dengan balutan bahan satin campuran linen. Tampak aksen sutra yang menawan. Gincu yang merona menambahnya tampak cantik mempesona. Lengaknya bak pragawati yang sedang berlalu lalang di atas stage yang mewah.Bahunya yang lencir, lesung pipinya adalah aset termahal yang dimilikinya. Pantas jika di
a menjadi primadona Kembang Arum. Sebuah kawasan pedusunan yang mulai tersentuh balutan modernitas. Hampir kesemua penghuninya telah pula memiliki akses digital. Atau karena sudah jamannya atau mungkin telah menjadi lifestyle. Namun beda dengan Yu Yem, gadis biasa yang saban harinya hanya membantu kedua orang tuanya ke sawah. Entah untuk menunggui burung-burung sawah atau sekedar membantu menyiangi tetumbuhan yang liar menganggu. Meski begitu, Yu Yem tak tampak kumuh sebagai mana pandangan masyarakat kota menilai orang pedalaman.
Lalu tersiar kabar bahwa apa yang ada pada diri Yu Yem sangatlah mengumbar sahwat setiap laki-laki yang memandangnya. Apa hubunganya ?
Akankah Yu Yem harus menutup semua yang ada pada dirinya. Dan apakah setiap lelaki semua begitu dan tertarik dengan paras Yu Yem yang menawan. Lantas apakah juga laki-laki yang mengunakan perlengkapan layaknya perempuan juga akan naksir dengannya. Aku berfikir itu tidaklah masuk diakal. Seharusnyalah kita malu dengan apa yang ada di rembukkan dalam UU Purnografi ?
Apa hubungannya, apakah Indonesia sendiri akan dijadikan negara serambi mekah setelah Aceh ? How knows !
Posted in Uncategorized | No Comments »
October 18th, 2008 by neonero
Posted in iseng | Enter your password to view comments
July 2nd, 2008 by neonero
Saat mata tak juga mampu bersahabat dengan lelah
bercampur benggal memborbardir tiap lini meniti
lalu datang sejumput rasa menggangga
dengan lantang ia berkata "Aku datang…."
JAnganlah lagi kau datang jika hanya untuk menagih janji
Jangan pula tiba jika hanya mengiba !
Jujur… lukaku belum juga kering betul
Datanglah saat aku tak lagi lena
KAu selalu dan selalu saja menghujamiku dengan sebegitu banyak sesal
Seakan lelah selalu menjungkir balikkanmu
Aku tiarap diujung penggap
terjerembab dalam rusuk yang tertusuk
Tolong jangan mengusikku lagi
Jangan datang jika hanya menghujam
dan janganlah lagi datang….
walau hanya sekelebat bayang !
Wir, kamu selalu dan selalu saja tiba pada saat yang tak tepat. Menggurat setiap aku sedang rehat.
Kala itu aku memang benar salah, membiarkanmu lelap dalam dekap
harap. Namun kau juga tak lantas sadar dan lalu berubah. kau dan setiap
orang yang berniat datang sama saja, hanya datang untuk mencicip candu
lalu berlalu setelah menjadi abu.
Wir, tawamu basi sebasi piciknya perasaanmu. Mengunduh gaduh
menyelip melintang semaumu saja tanpa kau perlihatkan sesalmu. Kemana
saja saat titipanmu melolong memangilmu. Kemana geranganmu Wir ?
Kini setelah ia denganku dan lekat dalam dekapku kau rengut paksa seolah tanpa dosa…
Adakah kau inggat Wir….. anjing yang kau titipkan dulu padaku
tak lagi mengenali tuannya, pun hanya bau nyiyir omongan serta otakmu.


Posted in iseng | No Comments »
July 1st, 2008 by neonero
Waduh…. mungkin hanya segelintir saja yang tau permasalahan ini, dimana aku sedang termehex2 ma seseorang (gito-kiki) lo ga aku ijinkan kasi koment or kasi koment yg aneh2, ok !
seMinggu kemarin (24-28) kantor ada kegiatan yang tepatnya semacam workshop. Disitu aku kenal dengan salah seorang peserta, awalnya aku cuek karena aku fikir pasti tuh org lenje n lemes bgt. Ternyata dugaanku salah….. lumayan…. buat menghijaukan mata yg mulai berkunang2. Perasaanku ternyata tdk bertepuk sebelah tangan, pucuk dicita ulampun datang. Tak bertepuk sebelah tanggan. Kita jalan manakala yang lain sedang iseng berhahakhihik……. udahan ah malu….. cos banyak penguntit di sana sini…. kalo ada kiki ma gita postinganku pasti bakalan ancur….. lo pade semua diem ya …….
Posted in Uncategorized | 1 Comment »
June 10th, 2008 by neonero
Aku yakin kalian pada doyan banget yang namanya itu karaoke ? Suka nyanyi sambil baca
lirik di komputer itu hal baru tentunya? Pasti software yang satu ini cocok buat loe! Namanya MiniLyrics,
dan bisa didownload disini.
Software iitu ampuh banget dan memungkinkan loe untuk nyari lirik (secara online) hanya
dengan mem-play lagu itu. MiniLyrics bakal nyari lirik lagu itu secara
otomatis. Dan hebatnya lagi, dia bisa nampilin lirik sesuai
timeline-nya! Alias, kalo loe lagi denger bagian itu, bagian itu juga
yang akan dia tampilin di layar monitor loe, dan loe gak perlu pake
kursor untuk ke atas atao ke bawah. Semuanya dilakukan secara otomatis. Kurang enak apa coba ?

Tapi
kalo loe gak online ke internet, jangan sedih dulu. Karena MiniLyrics
masih berbaik hati ngasih feature Lyrics Editor, jadi loe bisa ketik
atao load lirik yang ada, dan bikin timeline-nya sendiri. Gak jauh beda dengan gw,Gue juga gitu !
MiniLyrics bisa terbaca dengan beberapa player, termasuk Windows
Media Player, Winamp, iTunes, MUSICMATCH Jukebox, dan banyak lagi.
Caranya, player yang pengen loe integrasi dengan MiniLyrics harus sudah
ke-install saat loe install MiniLyrics.
Have nice karaoke…..
Posted in Uncategorized | 2 Comments »
May 28th, 2008 by neonero

Namun demikian kata yang banyak
tak mampu merangkumkan segala isi. Hangar ditengah lentik jiwa
mengganga. Menasbihkan patuh dan elok bersua. Entah untuk sesiapa ?
Dikekerdilan dan kegersangan tertopang, lahir sesosok sayu
menghadik jagad. Bersapa meski masih terbata, melirik meski tak juga
mata menyanga. Diketasbihan jiwa putih terdengung dua, Entah untuk
sesiapa ?
Beranjak akil tumbuh dewasa. Menokang derap kaki bercita.
Membusung dada melahap jagad yang kian renta. Berharap menemukan entah
sesiapa. Polosnya termakan pongah lapuk jalanan. Langkahnya terseok
terantuk terjal. Lantas bangkit kembali memapah perih tersisih. Lalu
berlalu berkacak kening merona. Menyisakan luberan lebam, mendulang
Tanya. Adakah jelaga selalu saja hitam !
Dikedewasaannya ia bertemu dusta, dusta hinggap menamakan CINTA. Berpinak mengelegar semesta. Terkekeh, diam lalu meronta……
Kejam, bengis dan tak bertuan. Membuta, membisukan, menulikan
segenap dawai raga.seyogyanya ia merengup cinta kasih nan tulus.
Ternyata Ia salah, ia hanya pemimpi. Yang didapat hanya kasih, yang
terdekap CINTA sementara, yang tersaji hanya duniawi yang terlahap
hanya maya mengunci dan yang terdapat hanya seongok luka menyayat di
dalam diri…..
Seseorang yang pula jengah untuk menasbihkan kata CINTA. Yang
pula lelah berdendang tentangnya. Tercengang tak kala kasih tulus
berpundi terlewati. Berguman berkumandang mana kala bengap terkisi.
Dalam lelap gelap ia bermuara, mengekor burung oak bertandang pulang.
Bergelayut pada tabir kian pekat.
Dikesejukan oase tersaji bentang kudapan segala raga. Bercokol
dengan asinnya pandangan menghampar. Tersiak bak pasir terterpa angina
berlalu. Kerdipnya hanya semilir angina bergulir. Tawanya hambar, tak
ubah burung elang yang kian pudar. Degupnya tersedak saat senja menagih
petang.
Mimpi malamnya hanya luka pada dirinya. Muram bagai mural tanpa
gambar, rata. Ciutnya nyali telah tergadai tadi hari, terganti dengan
renguk sekali jadi. Laluhabis kembali. Tirusnya rahang tak juga mampu
menentang. Kokohnya hanya tafsihan ilusi semana jadi. Gelaknya
terhenti, terbeli bait picisan kelontong jaman. Geram, muram menukikkan
belati tumpul berkarat pada palung kisi.
Ambisinya karam termakan ego bergelayut. Pasrah, lelah dan
beringsut bangun ketika rinai hujan tertumpah. Bersungkur, terpekur
pada lini kisah nan satir, oleh sengau tiran esok dan esoknya lagi.
Lelaki itu telah termakan bengis. Tamak terjejal paksa saat lelah untuk
mengais.
Baginya CINTA HANYA DUSTA BERHIASA SINGASANA NIRWANA DUSTA.
Posted in Uncategorized | No Comments »
May 2nd, 2008 by neonero
Kawan, aku akan membawa ingatan semasa kita duduk di bangku Sekolah Dasar dulu. Dimana lirik lagu Ibu pertiwi berkumandang begitu mendenggung dan sangat mengena untuk kita saat ini. Seorang sosok ibu yang merana memikirkan bumi yang kian pucat. Berjalannya waktu bumi semakin sekarat, bukan malah sehat dan berangsur pulih. Di tubuhnya telah bula tercampur racun multy kultur. Banyak dan berseraknya sampah dan kian dipenuhi oleh polusi dan polisi moral yang mengatas namakan bumi dan tatanan social serta pemerbaikannya.
Kini lagu tersebut akan kuat berdendang diantara rasio yang mampu mewakili sang Ibu yang sedang sakit. Menangis kuat, mengigil meraung-raung sejadi-jadinya. Sebagai anak bumi dimana keprihatiann kita ? Jika kita tengok lebih dalam lagi fisik sang ibu telah renta digerus jaman. Rentan dan timbul berbagai benjolan dan letupan dibeberapa bagian tubuhnya.
Berbagai macam pakar telah pula dihadirkan demi kesehatan Ibu, mulai dari cenayang, dukun ataupun orang pinter. Tapi sama saja, tanpa hasil yang signifikan. Beberapa cenayang menyebutkan Ibu tengah menderita sakit kronis berstadium lanjut. Untuk penyembuhannya makan waktu dan dukungan dari berbagai pihak, termasuk kita. Lantas dukun juga memprediksi Ibu sedang tak berdaya karena tergerogoti penyakit yang tak tahu akar timbulnya. Panas ditubuhnya tak kunjung turun. Jika menangis aliran airnya meruah mengakar dan menganak sungai, hingga akhir-akhir ini timbul banjir banding dimana-mana.
Sunghuh tragis nasip Ibu kala ini. Sedangkan anti virus yang diharapkan tak juga dating. Telah juga di coba menyuntikkan berbagai macam antii virus….. sama saja, tidak ada perubahan. Ibu yang sebagaimana kita tau sebagai Bunda, sebuah nama dan pangilan yang empuk dan teduh ditelinga kita. Riasannya bermahkota Zamrut katulistiwa, rambut yang mengakar bagai hutan hijau dan biluh yang keluar mampu menelorkan ikan. Bahkan terkadang sempat dicuri dan di ilegalkan ke negri seberang.
Lekuk tubuhnya yang berisi sempat terkikis dan teraniaya karena oknum yang tega mengambil pusarannya. Jika di lukiskan ke”molekan”nya tidak akan habis dituliskan dengan beribu macam bahasa
……….kulihat ibu pertiwi
kami datang berbakti
lihatlah putra-putrimu
menggembirakan ibu
ibu kami tetap cinta
putramu yang setia
menjaga harta pusaka
Posted in pround | No Comments »
April 18th, 2008 by neonero

Senja ini masih sama dengan berberapa dekade yang lalu, hanya saja panas masih terasa menyengat seiring dengan matahari yang sebenarnya telah lama merembang. Kususuri langkah setapak yang sejujurnya aku tak tahu benar jalan apa ini. Dilingkup sekitar yang aku temui hanya sekelompok laki-laki tengah asyik membincangkan hal apa yang aku tak tahu jelas. Di lain sisi ada sepasang lagi tengah asyik berduaan tanpa memperhatikan aku datang melewatinya. Masih dengan raut yang sama, asik memadu kasih. Sepertinya tempat ini hanya milik mereka berdua. Kususuri jalan yang sedari tadi kulihat hal yang sama. Samara kulihat dengung nada mendesah yang lapat-lapat mengusik rasa ingin tahuku. Ada apa gerangan ?
Tidak hanya dirimu yang terperangah, aku juga demikian. Kalian lihat apa yang terjadi. Desahan-desahan yang sangat memekak tidak dapat begitu saja aku buang dari pandanganku. Terperanjat dengan sendirnya. Begitu syahdu mengaduh mengerang dan suara yang tak begitu jelas dan tak aku pahami.
Semakin aku ingin menjauh sisi hatiku mengatakan untuk tidak dan….jangan. Semua hanya ilusi yang aku lihat, semu manakala pundakku ditepuk oleh seseorang yang tak pernah aku kenal. Dekil, kusam dan baunya sangat harum andaikata ia dimandikan wewangian rempah dan beberapa tetes minyak kasturi.
Mengapa semu, karena itu hanya sebuah adegan video yang diputar oleh televisi handphone. Ugh…. Menyebalkan banget.
Posted in pround | 2 Comments »
March 26th, 2008 by neonero
semingguan ini jujur aku kurang tidur bgt, musti ngrampungin kerjaan dulu. Hari pertama yang udah aku lakuin adalah aq tdur (meski sebenarnya kurang). Tapi untungnya pas malam penutupan ada seseorang nun jauh disana merelakan datang hanya untuk menemuiku saja(giTHO lo diem ya….). duh seneng bgt dah….
ternyata jadi org sibuk tuh banyak bgt yah kendalanya…….
Posted in Uncategorized | 2 Comments »
March 21st, 2008 by neonero
Matahari-matahari yang mulai
lelah
Sahabat malam
Berjudi lewat Waktu tak
menentu
Beriak seakan memburu
Disuguhkannya nikmat
Mengerut dikala senja
berganti
Melamar panas dibara pekat
Berlumur peluh beriring semat
Kau menantang pualam
Menghempas pada pandangan
riuk
Lalu diam sembunyikan kelam
Mengundang mata untuk melirik
Yang mulai lusuh dan selalu
patuh
Posted in Uncategorized | 2 Comments »